Doa Dalam Ketelanjangan

Sedih sekali jiwaku saat melihat anak-anak negeri ini
Indonesia kini seperti menanggalkan pakaiannya satu per satu
Menanggalkan baju kesopanannya
Menanggalkan celana kesantunannya
Bahkan pula menanggalkan pakaian dalam moralnya
Bilakah negeri ini hilang seperti yang terdahulu?

Kata orang kami memegang budaya timur kami
Kata orang pula kami memeluk jiwa Islam kami
Bahkan kata orang pula kami patuh terhadap Tuhan kami
Benarkah yang terjadi?
Ataukah hanya kata orang saja?
Yang melihat kami dari pakaian kami?
Padahal pakaian-pakaian itu telah ditanggalkan satu per satu
Bilakah negeri ini hilang seperti yang terdahulu?

Tuhanku pernah bersumpah demi hari kiamat
Dan Tuhanku pun juga bersumpah demi jiwa-jiwa yang amat menyesali dirinya sendiri
Padahal Tuhanku akan membangkitkan kembali kami,
dan jiwa-jiwa yang amat menyesali dirinya sendiri
Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus-menerus
Pertandakah itu?
Apakah kabar dari Tuhanku ini belum cukup?
Bilakah negeri ini hilang seperti yang terdahulu?

Ramai orang bersuka-ria di atas dunia
Penuh sesak dan tak ada sesal berbangga dan berlagak
Layaknya babi-babi yang berlagak
Sedangkan,
tangis orang berduka-lara di persimpangan dunia
Juga penuh sesak dengan terbelalak dan hendak berlari
Kemanakah mereka hendak berlari?
Padahal tak ada tempat untuk berlari lagi

Tuhanku memperingatkan kita untuk kembali pada-Nya
Dan para malaikat-Nya pun menarik-narik mereka
Padahal kedua tangan mereka erat memeluk dunia
Erat sekali memeluk dunia
Seperti sesuatu yang telah bercampur
Bercampur menjadi kekal abadi
Padahal dunia itu tidak abadi
Dan mereka akan segera tertelan api

Apa yang kau banggakan karena telah menanggalkan pakaianmu?
Menanggalkan baju kesopananmu!
Menanggalkan celana kesantunanmu!
Bahkan pula menanggalkan pakaian dalam moralmu!
Bertelanjang menikmati dunia fana
Menyantap hidangan yang dibenci Tuhanku,
dengan sendok nafsu,
dengan garpu kesombongan,
dan dengan piring kemaksiatan
Bilakah negeri ini hilang seperti yang terdahulu?

Tuhanku,
kami mohon ampunanmu,
kami mohon petunjukmu,
kami mohon sadarkanlah kami
Kami tahu kami salah
Tapi setan-setan itu terus memaksa kami
Untuk kembali menemani mereka
Menemani tidak hanya di dunia,
tapi juga di neraka

Tuhanku,
kami mohon jauhkanlah kami dari nafsu buruk kami,
kami mohon jauhkanlah kami dari bujuk rayu setan,
kami mohon jauhkanlah kami dari panas api neraka
Kami lemah dan tak sanggup terus berlari
Tapi yang kami tahu,
Kami hanya bisa kembali kepadamu
Memohon perlindunganmu,
dari nafsu ini,
dari kesombongan ini,
dari kemaksiatan ini
Hanya Engkaulah yang bisa melepaskan kedua tangan kami
dari pelukan erat kami terhadap dunia ini

🙂

4 thoughts on “Doa Dalam Ketelanjangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s