May God Forgive (you)

MESIR, 640 M. Tubuh Gubernur Amr bin Ash menggigil, wajahnya pun pucat pasi. Ia baru saja menerima sepotong tulang unta dari seorang kakek (Yahudi) miskin. Pengirim tulang adalah Khalifah Umar Bin Khattab R.A yang berkedudukan di Madinah.

Reaksi Gubernur, membuat si kakek terkejut. Bagaimana mungkin sepotong tulang dengan sebuah garis memanjang di atasnya mampu membuat veteran perang sekelas Amr bin Ash “KETAKUTAN” luar biasa?. Gubernur bahkan langsung memerintahkan membongkar sebuah bangunan baru disamping istana, yang sebelumnya adalah sebuah gubuk tua milik kakek yang miskin.

Selain itu pengirim surat tulang – Khalifah Umar bin Khattab – berada di Madinah yang berjarak 1 bulan perjalanan menunggang unta dari kota Mesir. Lalu bagaimana mungkin mantan panglima perang ini pucat pasi dan menggigil saat menatap sepotong tulang yang digores pedang?

Seperti inilah jawaban sang Gubernur Amr bin Ash, “Tulang ini merupakan peringatan keras Khalifah terhadap diriku; apa pun pangkat dan kekuasaanku saat ini, suatu saat aku akan bernasib sama seperti tulang ini, karena itu aku harus bersikap adil seperti huruf alif yang lurus. Karena jika tidak bertindak adil dan lurus seperti goresan tulang ini, maka Khalifah tidak segan-segan memenggal kepala saya”.

PEMIMPIN TELADAN, PENGUASA YANG ADIL DAN TAKUT PADA TUHAN

****
HONGKONG, 1973. Sebuah keputusan nekat, ditempuh Gubernur kolonial Inggris di Hongkong Sir Murray MacLehose (1971-1982), Ia memecat dan menghukum lebih dari 90 % Polisi dan Jaksa Hongkong yang terkenal sangat korup, terlibat dengan mafia dan melakukan tindakan Kriminal.

Murray, menyisakan beberapa orang Polisi bersih dan bernyali untuk membasmi korupsi di Institusi mereka. Selanjutnya untuk mengisi kekosongan Polisi dan Jaksa, sang Gubernur mendatangkan beberapa penegak hukum dari negara – negara persemakmuran seperti Australia dan India.

Ditahun 1974, Gubernur yang berjulukan Baron MacLehose of Beoch  membentuk badan anti Korupsi bernama “ICAC” atau Independent Commision Against Corruption. Perjuangan Murray diabadikan dalam sebuah film  Hongkong berjudul “ICAC” namun diplesetkan menjadi “ I Corrupt All Cops” atau saya mengkorupsi semua Polisi.

Dalam Film ICAC yang disutradarai “Wong Jing” tergambar upaya memberangus Polisi Kotor mendapatkan perlawanan dari petinggi Markas Besar Kepolisian setempat, mulai dari kriminalisasi, kekerasan hingga pembunuhan. Hasilnya kini kepolisian Hongkong Bersih, Negara ini bahkan menduduki peringkat ke 12 dalam indeks persepsi korupsi, jauh lebih bersih dibandingkan Indonesia yang menempati posisi 100 dari 183 negara.

PEMIMPIN BERINTEGRITAS, POLISI KROCO YANG BERNYALI DAN BERMORAL

****
INDONESIA, 1977. “Wid, sekarang ini kok polisi sudah kaya – kaya. Sampai sampai sudah ada yang punya rumah mewah di Kemang. Dari mana duitnya itu ?” inilah memo kegalauan mantan kapolri alm Jendral Hoegeng Imam Santoso, kepada kapolri Widodo Budidarmo atas dugaan korupsi yang terjadi di Mabak yang kini berganti nama menjadi Mabes Polri.

Kegundahan Hoegeng terhadap prilaku miring polisi terbukti. Setelah pengusutan, terungkap korupsi di jawatan keuangan Polri senilai Rp. 6 Miliar yang melibatkan deputi Kapolri Komjen Polisi Siswadji dan 3 orang perwira lainnya. Setahun kemudian Siswadji dinyatakan terbukti bersalah dan dijebloskan ke penjara dengan tuduhan korupsi.

Keprihatinan seorang Hoegeng,  Jendral Polisi yang terkenal bersih dan bermoral ini tertulis dalam  sebuah buku yang berjudul; Pak Hoegeng – Polisi profesional dan bermartabat (aris et al. 2004). Hoegeng bahkan miris dengan prilaku amoral juniornya, “Sebagai mantan Kapolri, saya benar – benar prihatin dan malu dengan adanya kasus manipulasi di Mabak itu”

POLISI LURUS, EXS KAPOLRI YANG SULIT DITEMUKAN BANDINGANNYA

****
INDONESIA, 2012. Perseteruan KPK – Polri kembali terulang. Jumat malam 5 Oktober hingga Sabtu dinihari, 200 an  polisi dari mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Polda Bengkulu mengepung KPK dari segala penjuru. Tujuannya tak lain membawa Kompol Novel Baswedan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya 8 tahun lalu, saat menjabat sebagai Kasatserse polres Bengkulu.  Novel dituding para seniornya telah menembak 6 orang pelaku pencurian sarang walet. Lucunya keluarga korban mengaku tidak pernah dihubungi polisi, bahkan tidak mau dijadikan kambing hitam oleh Polisi sebagai alasan untuk menyeret Kompol Novel…ABSURD.

Sebuah kasus bangkit dari kubur dan bersembunyi dalam selimut besar berbau “KRIMINALISASI”, dengan alasan seorang Polisi harus menjalani sidang Disiplin, Etik dan Pidana. Padahal yang bersangkutan kini tengah menjadi penyidik di KPK dan siang harinya usai memeriksa tersangka simulator SIM Irjen pol. Djoko Susilo.

Pertanyaannya jika Novel dipaksa para seniornya mempertanggung jawabkan kasus 8 tahun lalu. Lalu mengapa Polisi “MEMBIARKAN” seorang Indra Azwan menderita, karena ditahun 1993 anak tercintanya tewas akibat ulah tabrak lari seorang Polisi bernama Iptu DJOKO SUMANTRI. Bahkan sumantri sempat memegang jabatan dan kini menikmati pangkat sebagai Komisaris…. Keadilan mana yang hendak ditegakkan???

POLISI JUNIOR YANG MENCOBA UNTUK BERBEDA

****
Kisah mengenai Amr bin Ash dan Umar Bin Khatab, Sir Murray Mac Lehose dan Jendral Hoegeng, merupakan cerita tentang moralitas, Keadilan dan kualitas kepemimpinan yang BERINTEGRITAS. Mereka adalah sosok yang takut pada Tuhan, benci pada kelaliman dan korupsi, serta cinta pada negerinya.

Sayangnya sosok seperti itu di Indonesia sekarang, nampaknya masih bisa dihitung jari. Wajar rasanya jika saya sebagai seorang warga negara sekaligus orangtua khawatir ”di Indonesia macam apakah nantinya anak – anak saya tinggal”. Kelak disisi sebelah mana anak – anakku akan berdiri.

Satu hal lagi, berkaca pada diri sendiri. Apakah saya sudah memberikan anak istri makanan dari uang yang HALAL ? atau justu uang HARAM ? yang sudah terlanjur menjadi daging di tubuh mereka ? malu rasanya mengharap mereka berada pada garis yang lurus dan berdiri pada sisi yang benar. Rasanya tidak mungkin mencuci baju di air yang keruh, berat kiranya membersihkan rumah dengan sapu yang kotor.

SEMOGA TUHAN MENGAMPUNI

6 thoughts on “May God Forgive (you)

  1. mudah-mudahan di Indonesia koruptornya dijatuhi hukuman yang Murray terapkan, supaya jadi pelajaran jadi yg lain dan tidak terulangi lagi, pengen deh Indonesia masyarakatnya punya kesadaran jadi orng jujur dan disiplin…hmmm kaapaan yaaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s