Senja Berbisik (part 1)

senja

Angin…
Kau terlalu sempurna untuk ku miliki
atau sekedar untuk ku cintai
Nafasmu begitu sayup, detak jantungmu adalah irama terindah

Pandangan matamu mampu menembus dadaku
Hingga terlihat jelas jantungku  yang berdetak sangat keras
Sifatmu lembut melebihi sutra sekalipun
Dan saat aku membelai rambutmu, kedamaianlah yang kurasakan

Angin…
Kesempurnaan’mu membuatku seakan begitu lemah
Keanggunan’mu membuatku seakan begitu buruk
Dan kharisma’mu membuatku tak berdaya menahan badai cinta.

Tanya malam pada siang dan sebaliknya tanya siang pada malam.
Apakah kita dapat bersama dalam cinta?
Atau sebaliknya kita berbeda dalam segala hal
Termaksud dalam cinta…

One thought on “Senja Berbisik (part 1)

  1. Pingback: Senja Berbisik (part 2) « Sundanese in Actions

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s