Luka ; apa ini akhir???

my cry

akhirnya kau cederai juga lautku
: “biru yang terhampar, angin yang terhantar
juga geletar-geletar yang menguap bersama angkasa
mencipta hujan terus berlambang…”
kini lautku sesunyi mimpi, kau tak henti mengalirkan
limbah-limbah, sampah api, sepi yang ternoda
juga kebusukan cinta —aku pun sembunyi ke bilik rahasia
mungkin palung asa yang retak di dasar jejakku
mungkin juga ke ruang-ruang rinduku
yang diratapi segala batu

bahkan karang yang terjal dan tegak
pun tak lagi bernyanyi, ketika gelombang menghantarkan bunyi
: “ombak yang menabuh, lenguh camar yang menubuh
juga pantai-pantai yang menjadi…”
segalanya seakan hilang diri, ambruk ke relung tak terpahami
jiwaku pun tak cukup meratap, aku pun kembali gelap

pada malam, ketika bintang menghias angkasa,
aku temukan jiwa —aku tulis rasi-rasi yang menari
mencarikan jejak-jejak mimpi baru
mimpi yang bisa kujadikan mimpi
dari lautku yang ternoda, cedera, terberai
mimpi yang bisa membuatku tetap menatap api
sebagai api

kukayuh sampan dalam keterpurukan
bak nelayan yang hilang ingatan
melayari puing-puing laut
melayari kesunyianku yang kau renggut
melayari bunyi maut

wpid-Ibu.jpg
aku pun mengapung dan terasing
dan dalam keterasinganku, kusebut kembali ibu,
di pangkuannya, aku gambar kembali mula biru
bak kanak-kanak yang belajar mewarna
lalu menciptakan laut baru di seberang sana
laut dengan irama-irama yang tak jauh dari riak rumah
rumah muasalku; padjajaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s