101

Pada malam yang dihantam hujan seorang malaikat
turun di taman tanpa nama yang menyimpan percakapan

Angel

“di sini pernah ada sepasang
orang asing yang bersikeras
mengucapkan kehilangan”

ia bergumam, gumamnya dilontarkan angin ke hibuk cuaca
dan di malam yang sama aku tengah menulis puisi untukmu
tentang pertemuan ke sekian, juga sederet nama-nama letih
tapi kubayangkan engkau berdiri di muka jendela, melupakanku
dan aku akan tetap berjaga di sini sambil terus menulis puisi-puisi pedih

Pada malam ke seratus satu. aku tak tahu batas nyawaku juga nyawamu
yang aku tahu, bahwa waktu telah mengutukku (barangkali juga kamu)

Menjadi pengangum kesedihan, semakin terpukau pada matamu
yang senantiasa mengumandangkan suara gerimis beku
dan di malam yang ke seratus satu itu, barangkali malaikat yang dulu turun
di taman tanpa nama, di taman yang menyimpan percakapan
melepaskan sepasang sayapnya pada sehampar lamun
kemudian berkata,

“ pernah kulihat
sepasang orang asing, yang cemas
menuliskan cinta”

4 thoughts on “101

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s