Angin, Lukai Aku

burung dan senja

senja belum sempat mengenakan
sepatunya dan bergegas pergi
ketika tubuhmu menjadi celah
mataku adalah pemburu yang memar
oleh setiap ketidakpastian
menemu buruan dalam celah itu

lukai aku dengan seluruh keberangkatan
yang menumpahkan rindu
sedang di langit sekawanan burung
menjadikan senja sebagai kekal sarang
lalu apalagikah yang teramat memilukan
setelah sengatan kenangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s