Maut

maut

di sarang teramat samarnya
maut maju beberapa langkah
menujumu
menujumu

“seberapakah jarak maut itu?”

tanyamu usai mengantarkan tari kecil api
di ujung lilin menuju kematian
dan asap yang mengepul tipis
layaknya iringan para pentakziah

teramat dekat
sedekat lautan dan ombak
dan seperti pemburu ia mengintaimu

semenjak kau menjadi hujan yang semulanya gerimis
semenjak kau menjadi buah yang semulanya kembang berkelopak tipis

seperti para pengelana
meninggalkan tanda-tanda pada tanah
yang baru saja di jamahnya
begitulah maut

telapaknya menyisa di kalender yang menua
di jam yang tik-toknya semakin
mirip letusan batuk

seorang kakek pada pertengahan malam
menyobek halaman mimpinya
tentang masa muda
yang tinggal dongeng saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s