Kopi Kehidupan

kopi

Segelas kopi
Mengekalkan kisah
Yang ku himpun di tubuh siang
Kemudian kisah itu kubisikkan pada
Telinga malam yang setia mendengar
Menjadi dendang lagu yang disimpan dan jauh dari binggar
Untuk kemudian dinyanyikan

Tinggal setetes!

Maut mengintai di tempat
Yang tak seorang pun tahu
Ah, biar sejenak aku merasa
Mati tanpa perih sekarat
Kopi habis segelas sedang malam makin pekat

One thought on “Kopi Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s