Gembala

gembala

Seperti domba itu
Yang mengembara tanah tanpa tuan
Namun aku mencari langit, bumi, tanah, juga api
Bukan rumput yang habis masa dalam sembahnya tak pernah terbaca
Lalu malam datang

Bukan kandang tempat berpulang
Jiwa membaca peta tentang alir sungai menuju muara
Maka lupakan bunga-bunga yang tumbuh dalam kepala
Saat kantuk tiba

Dan pada akhir pertemuan
Aku menyeruput segelas maut
Lebih baik dari pada
Menyerah pada suatu yang buta

2 thoughts on “Gembala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s