Malam dan Bulan

bulan

Malam,

ilalang telah rapuh
sedang usia masih saja terus bertaruh
di rindu yang tak selalu bisa dengan leluasa kita asuh
bahtera sunyi menyeret segenap kenangan berlabuh
di cinta yang tak selalu yakin bisa kita rengkuh
bulan tak lagi utuh
nanah luruh tubuh seluruh

 

Bulan,

mengembara sendiri
waktu asik mengalir tanpa peduli
norma atau dosa, nilai atau nurani
zaman pongah merangkeng tirani
tenggang terlindas digilas nafsi
ilalang penuhi penghuni bumi
bulan tak lagi tertusuk, berdarah sendiri.

6 thoughts on “Malam dan Bulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s