Suci

Renungan

Jangan cucurkan airmatamu kelak
Kala ragaku tak lagi hangat dengan canda tawa
Kala ranum senyum tak lagi terukir dikulum
Kala nada swara tak lagi bergema dari rongga hati
Kala belai nafasku tak lagi menyapa hari sepi

Jangan cucurkan airmatamu kelak
Kala citaku tlah lalu dihembus angin waktu
Kala buah penaku tinggal nyala kusam di ingatan
Kala kisah hidupku hanya dengung di malam buta
Kala cintaku terkubur beku dalam jasad kaku pilu

Karena tak bisa lagi ku dongengkan kisah cinta dan kehidupan ke telingamu
Tak mampu lagi kutatap kagum sempurna karya indah dirimu
Tak mungkin lagi kurengkuh takjub lembut tubuh harummu
Tak sanggup lagi kunyatakan deru cinta didasar hati untukmu

Tangisi aku sekarang!
Saat hatiku haru biru karena cinta lekang dariku
Saat mentari harap pupus hampa dari anganku
Saat jari-jari sunyi mencekik kaku nafas jiwaku
Saat hitam kelam pandang mata khayalku

Menangislah bersamaku!
Balut lebam luka jiwaku dengan tangismu
Banjiri hati keringku dengan airmatamu
Puaskan dahaga rasa tubuhku dengan isakmu
Suburkan gersang taman cintaku dengan ratapmu

Karena airmata suci
Adalah bukti bijak dan tulus hati
Bukan sesal dan gundah dihari nanti
Jika jatuh menggerimis kala raga masih bersekutu nafas
Bukan saat nyawa telah diregang pergi

11 thoughts on “Suci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s