Mentari Mati

__Baby_Death__-651383

Terhenyak aku dipenghujung hari
Mentari menjerit lirih dibunuh kelam
Sebelum mata tak lagi kecap cahya
Sempat kulempar pandang jauh ke awal fajar
Dengan manis madu kuhirup embun pagi
Berseri nafas wangi berjuta nektar bunga
Penuh dada meresapi jiwa kaya warna
Indah masa membuai putik-putik cinta

Namun …
Barat ganti mengerang
Redup sinar mulai terkekang
Kabut mulai lahap sisa-sisa siang
Melintas angin dingin awal sengsara
Satu-satu denyut mulai sirna
Lewat separuh putaran hari raga

Dan…
Mulailah jerit sengsara landa
Semi diperkosa gugur daun-daun embun
Tubuh layu
Iman membiru
Badai menderu
Kering serak kerongkongan mendamba sejuk
Tapi semua mata air bercemar tuba
Lapar jiwa disambut ranggas pohon kurma
Tak lagi punya apa-apa di tepi sepi
Kelam menjelang ditemaram petang
Kaki kelu tak lagi mampu berseok
Kupejam rana
Kusimpuh lemas lutut
Jurang tanpa dasar menganga dihadapan
Terbentang menelan akhir jalan

Kemudian sakaratul membungkus nafas
Mengantar gumamku penghabisan
Bukan pada diri atau lain insan
Namun untuk Tuhan Alam yang sebah berdarah

8 thoughts on “Mentari Mati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s