Hei

cropped-alone.jpg

Hei, rindukah itu yang mencabik-cabik perasaan?
yang mengoyak-ngoyak logika
yang menyeret-nyeret hati

Hei, rindukah itu
yang mengerat-ngerat jasad
yang mencincang-cincang batin

Hei, rindukah itu
yang mampu mengalahkan logika
yang bisa membutakan mata
yang mampu mengelabui akal

Apakah itu rindu?
yang menyerupai Scylla
yang tumpah berserakan tak tentu arah
yang mengalir dan terus mengalir tak mau berhenti

Ah, itulah rindu rupanya

6 thoughts on “Hei

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s