Warna

grey

Aku dulu adalah merah.. 
Yang menyangka,
kalau aku menemukan biru, 
aku akan berubah menjadi ungu. 
dan hidup dalam sebuah dunia baru.. 

lalu, aku menyusuri setiap petak tanah.. 
berharap akan menemukan biru..

**

aku tiba-tiba berhenti.. 
di petakan tanah yang kesekian puluh ribu. 
Aku melihat sesuatu yang aku cari. 
sebuah biru, 
yang membuat aku, 
berjalan sejauh ini..

Tanpa berpikir panjang.. 
Aku memeluknya, 
menyandingkan kilau birunya.. 
dengan cerah merahku.

dengan sayang.. 
aku memamerkannya..
dan setiap keputusanku.. 
sejak saat itu,
kuberikan bisikan biru..

berkali-kali, 
berkali-kali..

dan aura merahku semakin indah, 
Aku berubah.. 
Dengan dunia baru. 
Dunia yang memberiku berjuta-juta warna ungu.

**

tapi..
semakin kubiarkan biru menyentuhku, 
duniaku semakin gelap. 
Unguku berubah menjadi terlalu pekat. 

TERLAMBAT!!
ungu yang kumau untuk duniaku, 
merubah aku menjadi kaku..

Aku tersungkur lemah, 
aku lelah.. 
Aku bukan ungu..
Apalagi merah..

Aku tidak lagi cerah, 
Tidak lagi indah..
Karena aku berubah suram.. 

Ungu yang kelam. 

Terlalu banyak biru, 
dan merah tidak akan muncul lagi, 
Tergantikan oleh ungu, 
yang dominan oleh biru.

gelap..

aku.. takut!!!!!

setengah mati ingin melihat, 
tapi duniaku sudah terlalu pekat. 

TERLALU KELAM!!

aku berubah,

aku..

hitam.. 

**

Semua sudah terjadi, 
tidak mungkin lagi meminta merahku kembali. 

tidak mungkin berubah ungu. 
tidak akan juga menjadi biru. 

tersentuh apapun, 
aku akan semakin hitam. 

ahhh… kenapa terlalu banyak biru?

kenapa biru tega mematikan aku?

**

petakan tanah selanjutnya, 
aku mencari jawaban,
mencari apa yang bisa mencerahkan..
setidaknya,
sedikit untuk penerangan… 

**

“putih…”

jawaban yang kudengar…
dan wujudnya kutemukan.

aku sadar.. 
Gelapku punya harapan!

**

putih tidak akan menciptakan warna baru..

kecuali dengan AKU, 
karena sifat putih..
mencerahkan..

oh!!!!!
aku akan punya hidup yang baru,

nama yang baru..

Abu-abu.

**

dengan putih,
aku bukan hitam yang dulu, 
aku.. 
abu-abu. 
tidak secantik ungu,
tidak secerah merah..

tapi aku.. 

tetaplah aku.

**

dengan putih,

aku belajar dari masa lalu.. 
Menerima merah sebagai merah, 
tanpa tergoda mencampurkan biru, 
untuk merubahnya menjadi ungu…

Aku memang bukan lagi merah. 
aku memang, berubah abu-abu. 
tapi aku tidak akan menjawab pertanyaan..
kemana merah?
apa kabar biru?
bagaimana hitam? 
Dan kenapa aku menjadi abu-abu. 

“karena aku…
mau menguburnya dalam-dalam.” 

**

putih mengantarkanku tidur,
kali ini, 
aku tidak lagi takut akan pekat.. 
Besok, 
aku akan tetap bisa melihat..
aku tidak takut lagi pada suram..

dengan putih,

“aku percaya..”

abu-abuku, 

tidak akan.. 

kembali,

berubah 

hitam..

Posted from WordPress for BlackBerry @pin 2940c49f

15 thoughts on “Warna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s