12:41am

pena

Sengaja aku tulis sajak ini, di bawah persaksian ruang dan waktu atas persuaan damai jiwa dan kalbu –  Sesetia riak dan gelombang bagi laut, laksana api dan baranya yang membiru. Tatkala embun berpagut angin pagi  dan burung senandungkan tembang hati,

mengapa kau termangu bersama onggokan pasir? – asyik biarkan kepak kelelawar mengusir sepi? – Tak terasa sehari jatah usiamu telah kauambil  dari bank perkreditan ruh di istana Ilahi yang telah kauteken sendiri jauh-jauh hari…

Ya, sehari jatah usiamu telah kauhabiskan menggantung asap dalam fatamorgana makna –  Ya, ya,,, kau lagi istirah di sini mengarungi masa dan mengukir tajam khayalan tak bertuan. Namun, mengapa kini kau masih termangu  tatkala siang sedang menyapa dengan untai seyum dan insan-insan telah bertebaran ke sudut-sudut bumi memburu impian yang masih tersisa kemarin hari…

Ataukah kau sedang menziarahi nisan peradaban yang telah dicoreng arang oleh sepasukan setan tanpa perlawanan dan perjuanganmu yang nir batas?

Ya, mestinya kau bangkit menenteng bendera perdamaian  dan rela menggendong sebakul anggrek atau mawar untuk senantiasa kaubagi-bagikan kepada sesama dengan tulus ikhlas dan segala asa yang tak bertepian. Lihatlah, jalan masih setia bukakan gerbangnya bagi langkah-langkah kaki kokohmu yang tegap.

yang tak ‘kan lekas penat oleh aral batu-batu, karena puncak kesadaranmu adalah butir mutiara untuk rela segera melaksanakan kata-kata bermakna.

4 thoughts on “12:41am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s