Entah

let me die

ENTAH pada tikungan ke berapa dalam hidupku, tiba-tiba saja aku diliputi kegamangan. Mungkin “PARAH”, dan mungkin juga “ENTAH”. Entah, sebab aku tak yakin dengan apa yang kusebut sebagai parah itu.

Kekesalan itu, mungkin hanya seperti kerikil kecil, yang kuambil di antara setumpuk kerikil liar lainnya, di tepi telaga aku melemparnya tanpa ampun…. plung…bersamaan dengan halo yang terbentuk di permukaan air. Maka tenggelam lah kerikil itu. Tenggelam kah marah ku?

Ah, kegamangan ini membawaku pada suasana melankolik yang juga entah. Aku berharap hujan di musim kemarau. Sementara di gunung titik-titik api sebentar lagi akan muncul akibat kekeringan. Akan terbakar kah aku? Tidak kah embun-embun di pengujung subuh itu bisa menyelamatkan ku.

Pada kali ini, selepas tikungan panjang kedewasaan, aku terfikir akan mukjizat dan keajaiban. Seperti apa bentuknya? Ah, bukan seperti kerikil pastinya, bukan juga hujan, bukan kemarau apalagi subuh. Ah… seperti dhuha kah? Yang selalu memberi harap dan kebaikan?

Seperti apa? Seperti apa?

8 thoughts on “Entah

  1. Hallo ja so eine schöne Vogelschar haben wir immer im Herbst wo dann die Vögel gen Süden Ziehen wo es wärmer ist einen schönen Start in die neue Woche wünscht dir Klaus

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s