Cerpen ; Luka

Warning : Don’t do this at home its just fiction

( hehehehehehehehehehe)

😛

uhuy

maaf, untuk beberapa waktu ke depan saya mungkin akan terlihat seperti seorang Lelaki yang mengusung paham gender. bahwa saya adalah Lelaki, tentu tak bisa dielakkan. heheheehe

begini, saya berencana membunuh seorang perempuan dan mungkin, perempuan itu adalah salah satu dari kalian. maka lebih baik, bacalah dengan teliti tulisan saya ini. jangan-jangan memang ada semacam tanda, yang menunjukkan bahwa perempuan yang saya maksud adalah kamu. atau kamu. atau kamu. !!!!!!!

di masa lalu, saya pernah bertemu dengan seorang perempuan. dia membuat saya merasa, bahwa sayalah satu-satunya laki-laki yang paling berbahagia di dunia ini. tapi kesimpulan itu hanya bertahan tidak lebih dari dua bulan. karena bulan ketiga, dia memutuskan untuk pergi. lari meninggalkan saya  ( wekz…😛 :-P  )

dari sanalah, saya belajar untuk terluka. dan dari sana juga, saya belajar untuk melukai. tahun demi tahun berjalan. saya terus saja memburu perempuan untuk saya lukai. meski saya kadang-kadang merasa gagal. tapi selebihnya adalah kepuasan yang berlebihan. saya tertawa di atas duka para perempuan. saya lari meninggalkan perempuan demi perempuan dengan luka yang menganga di dada mereka. walau saya yakin, luka yang saya buat tidaklah sedalam luka yang pernah saya rasakan.

hingga tibalah saya pada sebuah masa. saat ini. saya bertemu dengannya tepat ketika dunia saya terlampau sunyi. dan saya menemukan riuh yang menyegarkan di matanya. di bibirnya. di jiwanya. saya menemukan ombak badai di rambutnya. saya menemukan sebuah pertarungan di tubuhnya. saya berteriak gembira. dan diam-diam, saya menulis sebuah surat cinta.

untukmu,
seseorang yang menulis tuhan dengan huruf (t) kecil.

aku jatuh cinta padamu.
mungkin ini hanya bias semata.
sebuah kesimpulan yang terlalu cepat dibuat.
tapi aku harap, kau mau menerima cintaku.
terimalah cintaku ini dengan hidupmu yang beriak.
aku terlampau letih dalam kesunyian.

aku,
Lelaki sunyi yang menikahi puisi.

begitulah saya tulis surat cinta padanya. saya tahu, dia akan menolak pernyataan cinta saya. tapi saya benar-benar tak peduli. cinta, membuat saya berani. beberapa hari setelah saya kirim surat itu, saya mendapat jawaban.

kalian tahu apa jawabannya?
mengerikan. dia menjawab, dia tidak mencintai saya. tapi jika saya mau, dia bisa membuat saya berbahagia. bukan dalam bentuk cinta. tapi bentuk lain, yang tak semua orang mau memberikannya. dan tentu saja, tak ada imbalan apa pun yang harus saya berikan padanya. artinya, dia memberikannya secara cuma-cuma. GRATIS.

hemm…
apakah pernah terpikirkan olehnya sebelum ini, bahwa saya tidak pernah menginginkan apa pun selain CINTA. saya tidak tahu. tapi saya sudah terlampau masuk, terjebak dalam permainannya. maka, bersenang-senanglah saya atas nama cinta. meski diam-diam saya menangis dalam hati. saya tetap tak bahagia.

malam ini, saya putuskan untuk membunuhnya. saya telah mengasah pisau yang saya ambil dari dapur. saya menyembunyikannya di dalam tas. lantas saya bikin perjanjian dengannya di sebuah tempat. besok, mungkin akan ada sebuah berita di koran-koran yang menceritakan bahwa telah ditemukan mayat perempuan dengan tubuh telanjang di sebuah kamar. dengan pisau dapur menancap di jantungnya.

ya, malam inilah saya akan membunuhnya. mungkin lima menit lagi dia akan datang. saya menulis semua ini, tepat saat saya menunggu kedatangannya.

sttt…
jika memang kamu adalah perempuan yang saya maksud. mendekatlah. kita tuntaskan urusan kita sekarang. karena aku sudah lelah berpura-pura bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s