Mendaki Ramadhan hari kedelapan

wpid-ramadhan1.jpg

Pertemuan yang ajaib, di rumahMu aku bertemu seorang kawan.
Perbincanganpun digelar, rasa rindu, cinta, kesepian dan pengharapan, usia dan jarak, hidup dan kematian.
Dan engkau telah menjelma perbincangan tanpa alamat

Akupun berbicara tentang airmata, kesedihan dan perjalanan ini. telah kutempuh delapan hari pendakian.
inilah peristirahatan pertama sebelum memulai kembali perjalanan

Telah ditempuhnya rimba-rimba sunyi, lembah-lembah sepi, hujan airmata, terik angkara murka.
hingga sampai di surau ini.

“aku ingin ikut pendakian ini,” katanya mengakhiri cerita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s