Mendaki Ramadhan hari keenam belas

wpid-ramadhan1.jpg

Mencintai perjalanan adalah berhati-hati pada tikungan dan keterjalan tebing.
Mengokohkan langkah demi langkah, sedang tongkat ditangan kanan adalah rindu ibu yang menuntun dalam kegelapan

dan senja menjadi abadi ketika badai menghentikan langkah ku.
hingga tak ada lagi percakapan yang dibangun atas nama cinta dan airmata.
pun geliat hurufMu yang selalu kubaca sebagai kesetiaan matahari, kini menjelma hujan batu
: memburu tubuh ringkihku

Aku kehilangan gairah atas nama malam yang bergerak ke pedalaman sepi.
seperti hilangnya tongkat pada pendakian lereng kecemasan malam ini

ayat demi ayat mengalun dari keresahan seorang hamba.
memantulkan kedamaian yang purba dari lanskap yang tak lagi dikenali.
maka atas namaMu, tenda istirah kembali dipancangkan,
hingga badai berlalu dari gelegak hati yang rindu akan tebingMu.

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s