Tak Mengertikah Kau??

love-triangle

 

Siapa yang lebih jahat diantara kita?

Aku?

Yang menarik diri melawan segala rasa dan rindu terlarang dengan diam yang ku bisa.

Ataukah kamu?

Yang terus berkeliaran diseberang, bahkan diujung mataku ; Menebar tawa girang dan terus-terusan menyapa ku dengan bebasnya. Melupakan beberapa hal yang akhirnya membuatku menjadi sebejat ini.

Bagaimana mungkin aku menjadi seperti ini?

Suatu saat kau akan menanyakannya ; Tentang kekejamanku, Tentang nyenyaknya aku bersembunyi dibalik diam.

Harusnya kau sejenak berhenti memikirkannya dan cobalah sedikit merasakannya. Merasakan dimana sebenarnya aku berdiri. Bersama siapa aku disini. Dengan apa aku menguatkan hati.

Berhentilah berpikir.
Luangkan sejenak.
Hanya agar kau tahu.
Hanya agar kau mengerti. Hanya agar kau menyadari,
kau tak lagi sendiri. kau berkeliaran dimuara, kau tidak seorang diri. Tengoklah jemarimu, ada jemari lain yang sedang menggenggam dan yang kau genggam.

Kau tidak lupa itu kan? Semoga kau ingat !!!

Lalu, bagaimana dengan diamku?

Sepertinya, kau belum juga mengerti. Kau menari didepanku, menyapa namaku, memanggil-manggil kenanganku tanpa
menyadari akan jadi apa aku jika menyambut ulur kesenanganmu. Akan jadi apa aku jika suatu saat berani mengharap kenangan kemarin akan pulang dan berbunga lagi.

Kau mengertikan? Betapa beratnya aku untuk menjadi sejahat ini.

Mengabaikan.
Mengacuhkan.
Meninggalkan.
Menjauhkan.

Jika saja aku tidak sejahat ini, aku hanya akan menjadi seorang lemah yang tak bisa menahan semuanya.

Menahan apa? Menahan rasa juga rindu yang kini sudah menjadi terlarang untuk ku punya. Bahkan terlarang untuk ku kenang.

Sekarang kau mengerti?

Berhentilah membuatku menjadi lebih jahat.

Apa kau mau aku mengatakan “hai” kepadamu dengan senyum terlebar yang ku punya sedang mataku tak lepas dari genggaman tanganmu yang penuh oleh jemari lain?
Bukankah itu, menyakitkan? Karena itu, aku selalu sibuk. Sibuk menggali daging mati untuk mengubur rasa yang harusnya sudah mati. Sibuk merantai bibir juga jantung ku untuk menahan rindu yang mendidih hingga meletup yang tak jarang nyaris menghancurkan sekujur pertahananku.

Sekarang, kau mengertikan?

Bagaimana mungkin aku bisa menjadi baik didepanmu. Sedang aku akan lemah. Aku harus menjadi kuat. Berdiri dan berkelana lagi. Menunggu pelabuhan lain yang akan menerima ku kembali. Dengan segala asap pekat yang membubuh dikepalaku.

Maafkan aku..
Lepaskan aku..

Jangan membuatku menjadi lebih jahat dari detik ini.

 

11 thoughts on “Tak Mengertikah Kau??

  1. I had to translate this to read it, and I found some strange synchronicity with my personal readings once I did. Very well done.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s