Panah

cupid

Disebuah bukit saat itu, sengaja aku bertelanjang dada
menunggu sebuah anak panah yang kau lesatkan
melewati angin yang menderu-deru, kabut yang raput, gelap yang pekat.
Panah itu terus mendekat… mendekat… semakin mendekat… dan…

Aku memejamkan mata, menahan nafas, menikmati detik demi detik
ketika runcingnya mulai menembus kulitku,
perlahan ia mulai menerobos melewati otot ototku, tulang belulang, urat syaraf
dan akhirnya ia benar-benar mengarah ke jantung hati
tepat mengenai sasaran, menancap lekat menghujam.

Dalam diam seluruh tubuhku memekik, teriak, meraung, gemetar, berdebar, lepas, menghempas!!
lalu senyap, hujan, padam, tenggelam!
Panah itu, panah yang berpita merah jambu masih disini menancap tepat di jantung hati
yang kau lesatkan pada suatu subuh yang sepi…

PS ; I LOVE YOU

5 thoughts on “Panah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s