Curahan Hati ( bagian 2 )

die you bitch

Kini aku telah mesin. Semakin banyak yang meluaskan decak melimpahkan kagum. Asa baru yang terus membukit menggunung akan sebuah mitos kemajuan. Segala mewujud dalam benda yang tampak, bisa diraba mata dunia. Gedung, jalanan, industri, pagar, rumah, danau, laut, sungai, tempat ibadah, sekolah, pakaian, dan rupa-rupa bentuk penampakan lainnya, mesti bagus menuju bias, cantik menuju carut, anggun menuju angkuh!

Apakah ini pagi? Apakah ini siang? Apakah ini sore? Apakah ini malam? Ruas-ruas waktu itu tak ada artinya bagiku. Yang paling penting aku terus mengepul menderu, berputar menerobos maju, menuju ambisi yang kian batu. Pulau-pulau tujuan telah ditetapkan, daerah-daerah buruan telah ditentukan, dan nasib-nasib telah digariskan. Ya… aku hanya menjalankan gerak yang telah diprogram, menjalani langkah yang telah dipola. Berjalan dan terus berjalan, berlari dan terus berlari, berputar dan terus berputar, mengejar, melingkar-lingkar….

Tak ada kata henti dari keinginan sendiri. Karena semua menuju yang menghasilkan penampakan nyata, sekali tersendat apalagi melambat, maka bayangan rugi menghantui, dan aku pasti akan dimaki-maki. Tetapi aku lebih sering dielus, disayang, dioperasi, agar selalu cantik, selalu gagah, selalu awet muda, dan bisa terus bekerja, diperas untuk memproduksi dari segala sendiku. Jangan tanya aku tentang mengingat waktu, apalagi kenangan. Semua itu tak ada pada diriku sekarang. Menguap bersama debu musim yang kerontang, sedang di sini aku selalu meniti pematang lurus dengan pemanas memanggang.

Ahai…peranku kian ditunggu, membelukar kemana-mana, tak hanya kota-kota yang kurambah dengan riang gemuruh. Namun juga ceruk kampung sudut dusun pelosok desa hingga belantara adalah peluasan wilayah sentuhanku, belaianku, mainanku, juga jajahannku… Posisiku kian tinggi dielukan sebagai pemuas birahi tinggi ekonomi, yang sinyalnya terus menyentuh ubun-ubun hasrat yang mesti ditumpahkan, dimuncratkan, digelontorkan, ke dalam kanal-kanal buatan sambil mengajukan sosok berdasi dengan lembar-lembar kertas penuh dengan gambar dan grafik, dihias sirip-sirip pelangi. Tuan-tuanku, para mesin kepala, sibuk hilir mudik bercakap membombastis meraksasa rekayasa setiap lekuk komoditas, gelinjang saham, motivasi basi, analisis narsis, dan menawarkan film panorama kemiskinan ke bursa saham atau taruhan mesin jabatan, dan banyak lagi, terus bertumbuh kemilau perjudian. Seperti sibuk, seolah khusyuk, ah mungkin saja alih-alih menebar gelora dalam lintasan menuju busuk.

Jalanku senantiasa sama, itu-itu saja, dengan jejak tapak keras dan kepul depu yang banyak wajah-wajah pasrah memunguti, menciumi, menjilati, menghisap, memakan; sambil menjelujurkan nanar gersang dan rapuh raih. Ya… mereka yang tertinggal dari lari zaman, terdepak dari panggung masa yang bergerak menunggang kilat, dan mereka yang tak siap akan terpental dengan tersengal, terkoyak melubang desis rintih, di pinggir ledakan halilintar kebudayaan.

Sedangkan aku terus melaju, aku terus dipacu, tak lelah tiada keringat dari pelana sofa sembari terus merajut rencana agar kerajaan kian menggelar kuasa. Mesin-mesin harus terus bekerja, kalau kurang rajin, tambahkan bahan bakar rakus dendam dengan pelumas tamak dengan operator yang juga mesin atau robot, dan tempelkan budaya semangat dengan semboyan “memakan atau dimakan”. Perluas kampanye tentang mesin, semua koran, radio, televisi, dan alat komunikasi media massa lainny adalah mesin dan pastikan penggunanya mesin. Kabarkan ke seluruh langit dan kolong-kolongnya bahwa sekarang adalah zaman mesin. Yang tak mesin, yang bukan mesin akan terhenti, tak sanggup memasuki pintu kemajuan, terjatuh terbalik terbentur runcingnya tusuk kaku peradaban.
Mesin….mesin…ya mesin. Mari ikutlah semua seperti aku. Aku berputar, aku bergerak, aku melaju….. ayo bergabunglah, mengumpullah, menyatulah ke dalam kerajaan mesin, republik mesin, masyarakat mesin, ummat mesin, semboyan mesin, nasehat mesin, doa mesin, cinta mesin..

AKU MESIN!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s