Filosofi Hidup seorang Aku

awan

 

Bagaimana aku memandang hidup?

Aku tak pernah bisa merubah masalalu… tapi aku bisa memperbaiki masa depan!! dan akan aku lakukan mulai detik ini….
Aku idealis…, tapi yang pasti meski Idealis sumber referensi berfikir aku adalah Alquran dan Al hadist so mudah-mudahan tidak melenceng….

Aku… tidak suka mengorbankan sesuatu yang aku yakini hanya demi seonggok (yang kata…nya) emas… heheh

Dalam hidup ini, aku tak pernah terlalu lama menoleh kebelakang. Rasa ingin tahu tentang masa depan membuat aku harus berfikir maju untuk mencari pintu yang menuju kearah Nya…. Sampai pada waktunya…. aku akan menemukan kunci yang tepat!

Ada satu hikmah dibalik doa seorang hamba yang belum terkabul, hal ini bisa jadi karena Allah Menunda doa hambaNya itu, atau Allah mengganti doa hambaNya dengan yang lebih baik karena Allah tahu yang terbaik untuk hambaNya. Tapi ada satu lagi yang tidak kita sadari alasan kenapa doa kita belum dikabulkan Allah, karena mungkin doa kita berkaitan dengan takdir milik orang lain..

Suatu ketika, di dalam angkutan kota, aku mendengar seorang ayah bicara pada anaknya tentang masa depan, dia begitu semangat membicarakan bagaimana mempersiapkan masa depan. Aku tersenyum dalam hati ” Bagaimana mungkin kita bisa sampai dimasa depan tanpa kita melewati hari ini..” sempat menarik napas sedikit.
“Seharusnya kita selalu mempersiapk…an hari ini dengan sebaik-baiknya, karena sesungguhnya masa depan adalah hari ini….

Seandainya aku bisa melompati takdir untuk sampai pada tujuan hidupku, maka akan aku lakukan itu, tapi sayangnya aku tak mampu! sehingga aku harus berjalan setapak demi setapak untuk tiba dihari itu, sungguh! ini teramat melelahkan.. tapi aku yakin aku bisa…….

Ternyata kalau ada orang yang menyakiti hati kita, itu mungkin karena kita juga pernah menyakiti hati orang lain! Hanya saja terkadang kita tidak menyadarinya saja. Makanya mulai sekarang kalau ada yang menyakiti hati kita, jangan langsung marah, tapi intropeksi diri dulu, mungkin kita juga pernah melakukan itu..

Setiap manusia memerlukan prinsip dalam hidup, hal ini ( IDEALISME ) bisa dijadikan sebuah tameng dari perbudakan orang-orang yang mengaku memiliki kedudukan. Sebab tak selamanya mereka yang memiliki gelar dan jabatan bisa luput dari kesalahan………, harus diingat prinsip perlu diiringi oleh idealisme….. Asal jangan menTuhankan Idealisme diatas sebuah ke Egoisan manusia………….

Membangun image yang baik terkadang dibutuhkan dalam bersosialisasi. Tetapi yang terpenting adalah Image tersebut dibangun karena kita memang INGIN berbuat baik, bukan karena INGIN DIANGGAP baik! karena itu adah dua hal yang berbeda…..

Tidak ada kebebabasan yang benar benar bebas! karena kebebasan sejati pada hakikatnya adalah kebebasan yang dibatasi oleh norma agama dan nilai nilai Islami. dan atas nama hak asasi manusia maka sudah sepatutnya kebebasan dibelenggu oleh hal hal yang bersifat agamis! Universal..

mencari sebuah kebenaran! bukan dari pembenaran banyak orang! kebenaran akan selalu ada sebab ia tak pernah hilang! ia hanya bersembunyi untuk sementara, hingga saatnya tiba…


Bagaimana aku Memandang seseorang?

ada sebuah pertanyaan mengapa seseorang yang telah menjadi ‘Seseorang’ terkadang suka bersembunyi dibalik status demi sebuah image yang dibangun diatas kepurapuraan? sementara seseorang yang ‘Bukan Siapa siapa?’ dapat enjoy menikmati hidup dan menjadi diri sendiri? pertanyaan kedua? apakah image harus sinkron dengan status seseorang???

Ketika seseorang terlalu tinggi memberikan standar untuk dirinya, sementara dia tidak melihat seberapa besar potensi yang dimiliki, maka jangan kecewa bila tidak mampu mencapai titik kesempurnaan… Terlebih untuk orang-orang yang mengharapkan kesempurnaan dalam hidup dan memandang orang lain dengan sebelah mata…

Meskipun terkadang seseorang merasa bahwa dirinya memiliki selfconcept yg baik. Hal ini tidak bisa dijadikan alasan kalau orang lain tidak berhak memberi saran, kritik, bahkan mencaci sekalipun. Semua ini karena tak ada manusia yg luput dari hukum aksi dan reaksi…

Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar. Seseorang yang tidak bisa merasa marah tidak bisa disebut penyabar, karena dia hanya tidak bisa marah. Dan bila kita mengatakan bahwa untuk bersabar itu sulit, itu sangat tepat, karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s