Kopi Pagi

coffee of me

seharusnya tak kutiupkan janji
pada secangkir kopi atau setangkup roti
—yang jadi dingin dan lumer bersama kesedihan
dalam rongga mulut.

sebab pagi, akan berlalu dengan cepat
di antara perihal hari-hari silam
juga kemurungannya.

(dari jauh kulihat sepasang sepi berkejaran)

“bukankah setiap peristiwa
mencatatkan namanya” bisikmu
sembari menggegamkan jemari
“meski sebagai yang tak terkatakan”

seandainya keajaiban masih ada
apakah kau tetap percaya:
“merasa tanpa mengerti
ialah yang paling menyakitkan”

kau tersenyum, hanya tersenyum.

di cangkir ketiga
aku menatap permukaan kopi
tiba-tiba wajahku ambruk dalam kegelapan
: kepahitan!

2 thoughts on “Kopi Pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s