Mari Membaca

reading_club

Kau kembali setelah sekian lama tak lagi menjejakkan kaki disini, melangkah masuk perlahan ke dalam suatu hamparan padang yang tak lagi dengarkan bunyi namun tampakannya tak berarti hadirkan sunyi. Kau melihat mengamati. Begitu banyak ujaran di dalamnya, begitu banyak tuturan, harapan, imaji, ucapan hati, benak-benak mimpi, ungkapan yang khayali―yang membentuk suatu arena. Begitu banyak huruf, berbagai ragam kata, aneka gaya bahasa yang bertemu muka, membawa sekeping pikiran, seremah ungkapan, sekelumit perasaan, sebersit kesedihan dan sekelebat kebahagiaan.Gerakan Membaca 2

Dengan mata yang menganga dan hati yang berkata-kata kau pun mulai menyusuri semua rangkaian dan rentetan cerita. Kau mulai mengeja huruf-huruf yang telah kau hafalkan, membaca kata-kata yang kau lafalkan, menjadi dirinya, menjadi mereka, menjadi dia, menjadi aku. Mencoba menerka, mereka-reka, mengurai dan menyibak makna. Karena kau sedang berada dalam kerajaan kata―rumah bahasa, tempat berkumpulnya semua kata yang menyala mempesona, yang bertebaran berpendaran dimana-mana, tempat dimana bahasa-bahasa mulai merangkai kata, menyalak lembut di telinga dan menggema di seluruh pikiran. Di tempat ini kau melihat semua benak-benak bahasa selalu bertemu kembali, angka-angka yang berlainan yang menandakan bahwa semua datang setiap waktu pada waktu yang tak menentu, secara berulang-ulang, berhari-hari dalam sebuah kontinuitas yang tak berkesudahan. Seperti sebuah janji yang telah di sepakati―melahirkan kembali tuturan ujaran yang lain lagi, meninggalkan jejak-jejak yang bersisa, atau bahkan hanya basa-basi yang tak mau perduli, yang kadang terlalu jauh dari imajinasi.

Gerakan MembacaKau lihat kalimat-kalimat yang tersusun rapi, berurutan seperti wajah rembulan yang datang setiap bulan, seperti sebuah cerita yang patuh pada aturan, yang awal mula jatuh pada tahap perkenalan, kemudian pengembangan, titik puncak dan berakhir pada kesimpulan. Tapi ada juga yang kampungan, tak tahu kemana akan melangkah, ke depan atau ke belakang, ke atas atau ke bawah, tersasar tak dapat menemukan rute yang benar, tak menunjukan kemana-mana, hanya membentuk simpul kusut tak terurai, ketakberhubungan, ketakteraturan, tak pernah tahu dimana dan bagaimana akhirnya.

Tapi kau tak perduli hari ini, kau sedang ingin tamasya membaca, membaca tanpa suara, dengan hati yang berkata-kata tanpa bunyi yang tak pernah sunyi, kau ingin membawa seluruh imaji-imaji menari-nari di kepala, tak perduli imaji bahagia atau duka lara, tak perduli sia-sia, tak perduli tak bahagia. Tak mengapa, karena kau sedang ingin berkeliling kata, menikmati keindahan kata atau hanya sekedar menyapa “lama tak jumpa”, satu penyangkalan saat kau tak benar-benar membaca.

SALAM DAN SELAMAT BERTAMASYA MEMBACA

3 thoughts on “Mari Membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s