CERMIN

CERMIN

haruskah kuceritakan padamu
tentang orang-orang yang kehilangan cermin didalam kamarnya,
tentang waktu yang berlubang. yang menciptakan garis-garis
lembah dalam satu rintihan kecil dikegelapan bola mata,
tentang peristiwa yang berputar putar dengan gerakan asing dan tajam,
saat tanganmu selalu gagal
menyelamatkannya sebagai pertanda?

konon ada sebuah jalan yang halus dan licin
dalam setiap luka yang mampir tiba-tiba
tapi selalu ada ranting yang patah,
bersekongkol dengan angin,
menyelinap dalam remang kamar yang lupa tak terkunci.

lalu cermin itu hilang membawa peta-peta jalan kearah utara : begitu jauh dan dalam.
sejauh rindu, sedalam kenangan

haruskah kuceritakan?

aku memungut kepongahan yang lalai dari tumpukan usia diatas menara,
ketika airmata terlewat dari gemuruh sunyi yang tak sempat meledak dalam hempasan doa-doa.
kenapa hanya laut yang mengerti rahasia bukit dipedalaman saat kapal-kapal berlayar
mencumbui gelombang?

barangkali memang harus kuceritakan tentang
cermin yang hilang.

agar waktu tak berlubang
agar peristiwa tak menguap sia sia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s