Kepada Perempuan diperempatan

apa macam

Di antara sebuah lagu tanpa nada
Di perempatan saat lampu merah menyala
Ada tanya yang mengusik dalam dada
Apakah kau tengah mempertontonkan padanya

Kerasnya kehidupan yang harus mampu tertangguhkan?
Ataukah kau tengah mengajarinya melabuhkan nasib pada belas kasihan orang?

Aku tergugu
Menyelami kedua kelopak mata bayi dalam gendonganmu
Yang terkatup bisu
Di antara berkah penderitaan yang tengah kau seret ke jalanan
Patutkah?

Hatiku gerimis mendapatimu dirimu berbasuh debu jalanan
Kau merendahkan dirimu demi sehelai kertas bergambar pahlawan
Atau setidaknya beberapa keping logam karatan

Hanya sebatas inikah takdir yang mampu kau tebus dari Tuhan untuk anakmu?
Katanya hidup itu pilihan
Tapi mengapa jalan ini yang kau ambil?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s