Kata yang bersubstitusi

Pada malam yang menimang lelah, di bawah kelambu langit raga merebah. Selamat rehat asa yang terlanjur pekat. Tentang kenangan-kenangan yang begitu mengikat kuat.
Jemariku masih meraba-raba tuts keyboard. Ada banyak kekata yang ingin sekali aku tulis malam ini. Tentang apa saja yang menyita sudut pikiran. Dan tentangmu selalu menjadi bagian yang lebih banyak porsinya. Sepanjang berlayar di dunia kekata, aku semakin akrab dengan kosa kata baru yang menarik hati. Entah disebut fenomena apa namanya, seolah mereka memiliki daya tarik sendiri untuk aku gabungkan menjadi satu bagian kalimat yang utuh. Menjadi kisah yang tak lepas dari cerita tentangmu. Menggambarkan kebersamaan kita, baik di sudut nyata atau hanya di pikiranku saja.
Belakangan ini malah aku menemukan beberapa kata yang memiliki fungsi substitusi, ajaib! seolah mereka tercipta untuk saling melengkapi atau bahkan saling menjatuhkan. Tergantung dari sisi mana kamu membacanya dalam sebuah kalimat. Ingin mengenal lebih dekat mereka? mari aku kenalkan. Tapi sebelum itu jangan salahkan jika pesona mereka membuatmu tersenyum, terenyuh atau mungkin jengkel ketika kamu merasa semua yang tertulis itu tidak benar-benar nyata, hanya buaian pikiranmu saja. Sekali lagi tergantung dari sisi mana kamu membacanya, dan pastikan rasa yang kamu punya sedang tidak bermasalah. Rasa dan hatimu sedang ‘duduk’ manis tanpa sengketa. Ok?
Aturannya, silakan baca dengan fungsi substitusi atau eliminasi, pilih yang lebih dulu kamu suka. Efek sampingnya ditanggung sendiri ya. Karena mereka tidak akan kehilangan arti sekalipun dipisahkan.
(B)utuh:
Aku sudah menemukan alasan yang tepat, kapan rindu ini mulai merasa (b)utuh bersamamu. Ketika jarak sudah hadir di lingkaran kisah kita.
Ken(d)ali:
Tentang apa saja yang aku kenali dulu, kini menjadi kendali rindu, rasa yang aku berinama jatuh cinta. Dan semakin aku mengenal lebih jauh, kendali itu semakin kuat menghujam rasa.
(J)arak:
Pada jarak yang jauh terbentang, ada rindu yang ber-(j)arak menerjang. Berusaha menang.
(P)ulang:
Tentang rindu yang terserah kamu lebih suka berinama apa. Pulang atau ulang.
(Ny)aman:
Dekap erat rinduku agar terus (ny)aman tinggal bersamamu.
(P)indah*:
Rasanya hati ini seutuhnya (p)indah bersamamu.
Meng(h)ajar**:
Ada perpisahan yang meng(h)ajar arti kesetiaan.
Sejauh ini aku hanya berhasil menemukan segelintir kata di atas. Aku yakin masih banyak kata-kata ajaib yang belum aku temukan di luar sana. Apalagi jika menyangkut tentangmu, (r)asanya selalu ada generasi-generasi kata baru yang tidak habis untukku tulis. Lain waktu jika aku menemukan lebih banyak, akan aku ceritakan (lagi).
Yang pasti aku berharap, semua hal yang melukiskan kisah kita selalu bersubstitusi sebagai pelengkap kebersamaan, tanpa harus menemukan eliminasi yang mengurai kemesraan. Sederhananya aku dan kamu akan selalu melengkapi dan memberi banyak arti.
Di awal malam  ini, sejenak aku menikmati ke(te)nangan dalam (r)asa. Entah ini sunyi atau sepi yang sedang dinikmati sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s