Tempat Kembali

Barangkali nanti manusia yang (mengaku) modern membutuhkan sebuah benang, tali yang mengikat kakinya ketika sudah merasa terbang mengawan.

Belakangan ini bukankah semakin banyak manusia yang memanjakan kesombongannya, memamerkan kebolehannya. Serasa melambung, melayang-layang. Padahal sejatinya ia tidak pernah bisa lari dari tanah.

Mungkin manusia perlu membawa sekantung tanah sepanjang pengembaraan, pengingat darimana sebenarnya asalnya. Bukankah banyak yang menjelajah jauh, masih menjejakkan kaki di atas tanah. Tetapi lupa ada waktunya nanti ia berada di bawah tanah.

Dan manusia yang sabar selalu punya segenggam tabah untuk tidak mudah berkeluh kesah.
Manusia yang jujur selalu mempunyai penjaga diri, mengepal amanah.
Manusia yang pintar tidak pernah melepaskan kebiasaan bersyukur.
Manusia yang tahu diri selalu ingat darimana asalnya, dan ke mana ia harus kembali.

2 thoughts on “Tempat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s